Dampak Kenaikan BBM

0
95
07

{jcomments off}07DAMPAK KENAIKAN BBM: Ekonom dari The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Djoko Retnadi (kiri) membahas dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kredit perbankan didampingi oleh Ekonom Kepala IEI, Sunarsip (kanan) di gedung IEI, Tebet Barat Dalam IVB, Ahad (25/5). Sumber: Republika, Senin, 26 Mei 2008. 

Dalam presentasi tersebut djelaskan bahwa kenaikan harga BBM pada tahun 2008 sekitar 30% diperkirakan dapat menaikkan inflasi 1% (first round). Namun, perlu dipertimbangkan pula dampak lanjutan dari kebijakan kenaikan harga BBM ini (second round).

Pengalaman di tahun 2005, second round effect-nya dapat mencapai dua kali dari inflasi first round. Sehingga, dampak kebijakan kenaikan harga BBM sebesar 28,7% terhadap inflasi (first round dan second round-nya) dapat mencapai 3%. Ditambah dengan kenaikan harga-harga pangan (akibat lonjakan harga pangan dunia), inflasi 2008 diperkirakan bisa mencapai di atas 2 digit (10% – 12%).

BI rate pada umumnya berada 2% di atas tingkat inflasi. Sementara itu, suku bunga kredit investasi (KI) dan kredit modal kerja (KMK) sekitar 5-6% di atas BI Rate. Dengan demikian, pada saat BI Rate 8,25%, suku bunga KMK/KI dapat berada di kisaran sekitar 12,49% – 12,81%. Jika BI rate naik, maka suku bunga KI/KMK akan naik mengikuti pola hubungan yang telah berlangsung selama ini. Di sisi lain, pertumbuhan non performing loan (NPL) berkorelasi positif dengan kenaikan inflasi. Jika inflasi naik 1%, maka NPL diperkirakan juga akan meningkat.