Profil Sunarsip

SUNARSIP, M.E., Ak

Yang muda yang berprestasi. Itulah yang ingin ditunjukkan oleh Sunarsip. Pemuda kelahiran Tuban, 25 Mei 1973 ini, sejak Oktober 2004 telah mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi strategis. Pada Oktober 2004, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, waktu itu, Sugiharto memberikan kepercayaan padanya sebagai Tenaga Ahli Bidang Riset dan Kebijakan. Kemudian, pada Mei 2005, Pemerintah melalui Kementerian Negara BUMN, menunjuknya sebagai Komisaris PT Bank BRI Tbk sebagai wakil Pemerintah, pada saat usianya baru 32 tahun. Menurut Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi majalah Infobank dalam perbincangannya dengannya pernah menyatakan “Anda adalah seorang komisaris bank milik pemerintah termuda di dunia.”

Suatu proses panjang sehingga dirinya mendapat kepercayaan dan amanah yang begitu besar. Semuanya, bermula dari keinginannya untuk turut berkontribusi besar bagi bangsa dan negaranya sesuai kompetensinya, yaitu sumbang pemikiran dalam bidang ekonomi. Dan seluruh keinginan tersebut diraihnya dengan kerja keras, penuh disiplin, dan komitmen tinggi sejak masa kecil hingga sekarang.

Masa kecilnya dijalani di kampung halamannya, Desa Wangun, Kec. Palang, Tuban, Jawa Timur. Putra seorang pegawai negeri sipil (PNS) golongan rendah ini, sejak kecil hidup dalam kesederhanaan. Ayahnya, Suparis, seorang penjaga SD di kampungnya, PNS Golongan I. Ibunya, Mulasri, sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga. Orang tuanya sehari-hari menempanya untuk rajin, tekun, dan disiplin, baik dalam bekerja maupun belajar. Didikan penuh disiplin itulah yang membuat Sunarsip senantiasa berprestasi di sekolahnya. Sejak SD sampai dengan SMA, Sunarsip sering menjadi langganan juara di sekolahnya (Ranking 1). SD dijalani di SDN Wangun II, Kec. Palang, Tuban (lulus tahun 1985) dan SMP dijalaninya di SMP Negeri Palang, Tuban (lulus tahun 1988).

Lulus dari SMA Negeri 1 Tuban pada tahun 1991, ia kemudian ke Jakarta diterima sebagai mahasiswa Program Diploma III Akuntansi (D-III) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), sebuah perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Keuangan RI dan lulus sebagai Ajun Akuntan pada tahun 1994. Selanjutnya, ia berkarir di Kementerian Keuangan, sambil pada tahun 1997 melanjutkan studi lagi di Program Diploma IV (setara S1) STAN dan lulus pada awal 2000. Selama menjalani karirnya sebagai abdi negara di Kementerian Keuangan RI, Sunarsip mengalami beberapa kali pindah kantor, yaitu mulai dari Bapeksta Keuangan (1994-1999), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, BPPK (2000-2004), Badan Analisa Fiskal (Juni 2004 – Oktober 2004), Kementerian Badan Usaha Milik Negara/BUMN Republik Indonesia (Oktober 2004 – Juni 2007), dan terakhir di Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Juni 2007 – 1 Desember 2008).

Di tengah kesibukan kerja, Sunarsip senantiasa tetap menyempatkan diri dengan aktivitas keilmuan. Kemudian, dari aktivitas inilah lahir berbagai ide-ide yang kemudian dituangkan dalam berbagai artikel di berbagai media massa. Aktivitas menulis analisis ekonomi di media massa telah ditekuninya sejak 1995. Hingga kini, tulisannya sudah lebih dari 500 artikel yang tersebar di berbagai media massa nasional, termasuk majalah dan jurnal ilmiah. Berkat analisis-analisisnya yang tajam dan lugas inilah kemudian, dia dikenal sebagai ekonom dan banyak mengisi sebagai pembicara di berbagai seminar, talkshow di berbagai institusi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Hidup adalah pilihan. Melalui pertimbangan yang panjang, pada tanggal 1 November 2008, Sunarsip mengajukan pengunduran diri sebagai PNS di lingkungan Kementerian Keuangan RI, dan efektif sejak 1 Desember 2008. Setelah mengundurkan diri tersebut, dirinya mendapatkan tawaran sebagai Komisaris Independen di PT Bank BRI Syariah sejak 17 November 2008 hingga sekarang. Selain menjalankan profesi di dunia perbankan, dirinya juga tetap menjalankan akvitas keilmuannya dengan melakukan aktivitas riset yang telah ditekuninya sejak 1995.

Bersama-sama rekan-rekan sejawatnya, pemegang gelar Magister Ekonomi (M.E.) dari Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia ini menjalankan sebuah lembaga riset ekonomi independen, yaitu The Indonesia Economic Intelligence ((IEI) yang didirikannyan sejak 2006. Selain itu, Sunarsip juga masih tercatat dan aktif sebagai dosen dan pengajar di beberapa perguruan tinggi terkenal di Indonesia.

Secara ringkas beberapa pengalaman profesional yang telah dan sedang dijalaninya saat ini adalah sebagai berikut:

  • Komisaris Independen, PT. Bank Syariah BRI (17 November 2008 – Sekarang)
  • Tenaga Ahli Dewan Komisaris PT Pertamina ((Persero) (1 Juni 2010 – Desember 2012)
  • Komisaris PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk (Mei 2005 – September 2007)
  • Tenaga Ahli Menteri BUMN RI Bidang Riset & Kebijakan (Oktober 2004 – Mei 2007)
  • Tenaga Ahli Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) (1 Agustus 2009 – 31 Juli 2011)
  • Anggota Dewan Sertifikasi Akuntan Professional (DSAP), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Pusat, Periode 2011 – 2015.
  • Konsultan Bank Dunia untuk Program REDD (Oktober 2009 – Juni 2010)
  • Anggota Tim Ahli Penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Februari 2010 –Juni 2010)
  • Anggota Tim Ahli Penyusunan Rancangan Undang-Undang Badan Usaha Milik Daerah (RUU BUMD), Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tahun 2012
  • Dosen STAN Kementerian Keuangan RI (2000 – Sekarang);
  • Dosen Tetap di Program Magister Ekonomi dan Program D4 Keuangan, Universitas Trisakti, Jakarta
  • Anggota Komite Risiko dan Kepatuhan Bank Negara Indonesia, Tbk (2004)
  • Kepala Divisi Riset, Pusat Pengembangan Akuntansi & Keuangan – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PPAK – STAN),( 2002 – 2003)
  • Bekerja di Departemen Keuangan RI selama 15 tahun sebagai auditor dan peneliti (Berhenti sejak 1 Desember 2008)

Sunarsip telah berkeluarga dengan seorang istri, Kusmiyati yang telah dinikahinya sejak 2 Agustus 1997. Kini, keluarga tersebut telah dikarunia empat putra dan putri, yaitu Fauzan Arif Aristiaji Al-Habibie (15 tahun), Rizky Bagus Islahuddin (11 tahun), Rizal Musthofa Jamaluddin (8 tahun), dan Aisyah Putri Kamilah (2 tahun). Dirinya juga aktif dalam kegiatan sosial seperti pernah menjadi Tenaga Ahli Baznas – Dompet Dhuafa REPUBLIKA pada tahun 2007. Selain itu, dirinya juga menjadi salah satu Ketua Paguyuban Warga Jakarta Asal Tuban (Pawarta Tuban), sejak 2005 sampai dengan sekarang.

Sunarsip juga memiliki sejumlah sertifikasi untuk mendukung karir profesionalnya. Antara lain: (i) Executive Risk Management Course, IRPA & Standard Chartered Bank Hongkong; (ii) Sertifikasi Manajemen Risiko, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR)Level 4; dan (iii) Chartered Member, Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia (LKDI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).

Berbakti pada negeri tiada putus. Selama masih diberikan kesehatan yang prima tidak akan disia-siakannya dengan cara terus berkontribusi bagi negara sesuai dengan kompetensinya.

Mungkin perlu disimak pernyataan pimpinan sebuah televisi dalam sebuah tayangan drama komedi di televisi, yang berbunyi;”Kalau Nggak Tahu Jangan Sok Tahu. Push Up Kamu!”. Sunarsip tidak mau mengomentari setiap persoalan yang bukan menjadi bidangnya. Dirinya hanya bersedia dan terbuka berdiskusi mengenai persoalan-persoalan yang dikuasainya seperti ekonomi makro, perbankan, keuangan, ekonomi Islam, fiskal dan APBN, serta BUMN/BUMD.***