Prospek Ekonomi 2008

0
71
04

04Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip (kiri), Ekonom Senior IEI Djoko Retnadi (tengah), memberikan pemaparan kepada wartawan dalam diskusi di Lembah Hijau Puncak Bogor, kemarin (tanggal 10-11 November 2007). Pemaparan yang bertajuk Economic and Banking Outlook 2008tersebut membahas prospek ekonomi dan perbankan Indonesia ke depan. (Sumber: Seputar Indonesia, Senin, 12 November 2007).

Dalam paparan tersebut, harga BBM dunia diperkirakan terus meningkat di atas US$60/barrel. Faktor ini masih menjadi sumber utama guncangan ekonomi domestik yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah merosot. Tingkat inflasi tahun 2008 diprediksi masih di atas 6,0%. Kondisi inflasi masih sangat tergantung dari perkembangan harga minyak mentah dunia, kurs rupiah, dan tingkat suku bunga yang berlaku di masa mendatang.

Sumber pertumbuhan ekonomi 2008 akan lebih banyak bertumpu pada pengeluaran pemerintah dan impor, dan bukan lagi pada konsumsi rumah tangga. RAPBN 2008 meningkat sebesar 11,23% pada sisi penerimaannya sehingga menjadi sebesar Rp761,4 trilyun. Sementara itu, di sisi pengeluarannya mengalami peningkatan sebesar 12,05%, dan menjadi sebesar Rp836,4 trilyun. Pertumbuhan kredit perbankan selama tahun 2007 diperkirakan mencapai sekitar 20%, di tahun 2008 diperkirakan dapat mencapai 22%. Sektor ekonomi yang paling banyak menyerap kredit adalah Perdagangan, Jasa, dan Sektor Lainnya (kredit konsumsi). Dana perbankan masih akan bertumpu pada Tabungan dan Giro, sedangkan Deposito akan terus menurun. Penurunan porsi deposito tersebut seiring dengan penurunan BI rate dan membaiknya pasar modal.***