RAPBN 2010

0
25
09

09

RAPBN 2010: Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip, berbicara dalam diskusi di Jakarta, Ahad (2/8). Dalam paparan IEI pemerintah harus memperhatikan berbagai kebijakan termasuk kesepakatan perdagangan bebas yang lebih banyak merugikan Indonesia dalam menetapkan RAPBN 2010. (Sumber: Republika, Senin, 3 Agustus 2009).

Dalam diskusi tersebut, Sunarsip juga menjelaskan bahwa pertumbuhan sebesar 5% yang ditargetkan pemerintah dalam RAPBN 2010 tidak cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang memasuki usia kerja. Implikasinya: tingkat pengangguran dan kemiskinan masih tinggi yaitu sebesar 8% -10% (pengangguran) dan 12% – 14% (kemiskinan).

Diperkirakan, pemerintah masih akan melanjutkan sejumlah program subsidi dalam rangka menjaga daya beli masyarakat miskin, meskipun besaran subsidinya akan berkurang dan mekanismenya akan ubah (dari subsidi harga ke targeted subsidies. Stimulus fiskal masih berlanjut, meskipun nilainya tidak signifikan, karena lebih diarahkan untuk mendukung stimulus fiskal yang sudah direncanakan pada tahun 2009. Selain itu, pada tahun 2010, pemerintah melalui APBN 2010 diperkirakan akan tetap melanjutkan program pembiayaan infrastruktur dan kegiatan revitalisasi industri, terutama industri manufaktur.